Dalam suatu program kajian dialektal yang menyeluruh dan komprehensif diperlukan suatu pandangan yang memperlakukan perbedaan sinkronis atas mekanisme perubahan diakronis, karena segmentasi dialektal terjadi akibat perkembangan historis yang dialami suatu bahasa. Atas dasar itu, penulis buku ini mengusulkan sebuah teori dan metode penelitian dialek, yang disebut dialektologi diakronis.
Dari aspek teoretis, penulis membicarakan konsep-konsep yang berkaitan dengan deskripsi perbedaan unsur-unsur kebahasaan, pemetaan, rekonstruksi bahasa purba, dan kajian dialek yang inovatif dan konservatif. Adapun dari aspek metodologis, penulis mengusulkan sebuah metode dalam pemilihan isolek menjadi bahasa, dialek, dan subdialek yang disebut metode berkas isoglos yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Namun, sebelumnya telah dilakukan telaah kritis terhadap beberapa metode pemilahan isolek yang berkembang selama ini, seperti metode pemahaman timbal balik, leksikostatistik, dialektometri, dan HOMALS.
Buku ini cocok dibaca oleh para dosen linguistik, peneliti bahasa, dan mahasiswa yang mengambil jurusan linguistik. |