(0274) 561 037 Ext. 17
(+62) 812 2847 8888
ugmpress@ugm.ac.id
Tersedia

Ilmu Meracik Obat: Teori dan Praktik

Farmasi

Dalam buku ini diuraikan tentang arti singkatan bahasa Latin yang digunakan dalam menulis resep. Masalah perundang-undangan farmasi perlu difahami oleh Apoteker dan Asisten Apoteker agar da­lam pelayanan obat di apotik dapat betul.

Rp 49.000,00

Share this :

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang disebut dengan meracik adalah mencampur beberapa bahan untuk dijadikan obat dan jamu. Dengan demikian, ilmu meracik obat adalah ilmu tentang bagaimana mencampur beberapa bahan untuk dijadikan obat. Ilmu ini penting, terutama bagi apoteker dan asistennya, karena tidak semua obat yang tertulis dalam resep dokter bisa langsung disediakan oleh apotik. Tidak jarang obat yang tertera dalam resep dokter masih perlu diracik lebih dulu sebelum diberikan kepada pasien.

Sudah barang tentu buku ini membicarakan semua bentuk obat yang bisa diracik, mulai dari serbuk, pil, larutan, eliksir, vaksin, hingga gelatin. Semuanya diljelaskan secara rinci, mulai dari dosis bahannya, cara menimbangnya, cara menyaring bahannya, cara membuatnya hingga cara menentukan wadahnya. Penjelasan itu sesuai dengan kebiasaan, tidak menyimpang dari aturan umum. Itulah sebabnya isi buku ini pantas dibaca oleh pihak-pihak yang kelak akan menjadi peracik obat.

Pembaca tidak akan mengalami kesulitan untuk memahami apa yang tersaji dalam buku ini. Tetapi, untuk mempraktikkannya tentu saja dibutuhkan latihan di bawah bimbingan para ahli. Bimbingan itu bisa diperoleh lewat sekolah, perguruan tinggi dan praktik kerja. Pengalaman beberapa pembaca buku ini menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang minimalis mereka bisa meracik obat berbekal buku ini.

  • Indonesia
  • Ketujuhbelas, Oktober 2015
  • 231
  • 14,5 cm x 21 cm
I050
/
Farmasi
Untuk meninggalkan komentar tentang buku ini, mohon login terlebih dahulu