(0274) 561 037 Ext. 17
(+62) 812 2847 8888
ugmpress@ugm.ac.id
Tersedia

Natural Bioaktif: Pemurnian Protein Bioaktif dan Aplikasinya pada Peternakan

Peternakan

Tuntutan produktivitas indutri peternakan dan berdimensi ramah lingkungan diperlukan selain peningkatan kemampuan genetik juga perlu dilakukan rekayasa pakan terutama pakan tambahan. Sebagai salah satu contoh pakan tambahan yang diharapkan mendukung industri peternakan berkesinambungan adalah pemanfaatan bahan natural bioaktif baik dalam bentuk senyawa organik karbohidrat, lemak, protein atau glikoprotein, dan lipida protein.

Rp 75.000,00

Share this :

Beberapa potensi lokal dalam bentuk pakan ternak utamanya sebagai suplemen protein tersedia melimpah dan belum termanfaatkan secara baik dan optimal, suplemen protein tersebut misalnya: i. sumber suplemen protein berasal dari hewani, misalnya jaringan sel sebagai bahan ikutan yang sudah tidak layak untuk konsumsi manusia, bahan ikutan industri ikan, dan ikutan indutri ayam dalam bentuk bulu; ii. sumber suplemen nabati dalam bentuk bahan limbah industri minyak, contohnya limbah pengolahan sawit, kelapa, tepung limbah kedelai, biji kapuk dan biji berbagai tanaman.

Tuntutan produktivitas indutri peternakan dan berdimensi ramah lingkungan diperlukan selain peningkatan kemampuan genetik juga perlu dilakukan rekayasa pakan terutama pakan tambahan. Sebagai salah satu contoh pakan tambahan yang diharapkan mendukung industri peternakan berkesinambungan adalah pemanfaatan bahan natural bioaktif baik dalam bentuk senyawa organik karbohidrat, lemak, protein atau glikoprotein, dan lipida protein.

Terdapat beberapa tujuan dalam melakukan pemurnian suatu protein baik protein peptida, protein enzim dan protein hormonal, antara lain meliputi: i. kajian untuk menentukan fungsi dan mekanisme kerja suatu protein; ii. analisis karakteristik secara fisik suatu protein; iii. kajian melakukan analisis urutan urutan asam amino penyusun protein (sequence analysis) ; iv. dan yang terakhir peran dan manfaat protein bioaktif pada sebuah industri termasuk di dalamnya industri peternakan serta aplikasinya di bidang kesehatan baik pada ternak maupun manusia.

Secara stuktur kimia, protein bioaktif tersedia sangat beragam selain dari aspek susunan urut-urutan asam amino, juga terdapat berbagai ikatan yaitu ikatan primer, sekunder, tertier dan kuarter melalui susunan tersebut protein bioaktif terklasifikasi menjadi protein larut dalam air (polar), protein sukar larut dalam air (non polar), protein bermuatan ion positif dan ion negatif,  protein dengan berbagai macam variasi berat molekul dan variasi bentuk fisik struktur molekul.

Berdasarkan keragaman tersebut protein bioaktif dapat dimurnikan melalui berbagai macam cara, atas dasar perbedaan struktur dan sifat kimiawinya antara lain sebagai berikut: Perbedaan sifat kelarutan, misalnya penggunaan proses pengendapatan, penambahan amonium sulfat atau sentrifugasi:

i.     Perbedaan besar kecilnya berat molekul dan bentuk strukturnya, misalnya penggunaan kromatografi gel

ii.    Perbedaan macam dan kuat rendahnya suatu muatan serta dan pH iso lektrik pada protein, misalnya dengan penggunaan kormatografi ion

iii.   Perbedaan sifat ikatan yang terjadi dengan protein, misalnya penggunaan kromatografi affinitas

Protein bioaktif dalam kemurnian tinggi maupun kemurnian setengah jadi sebagai pakan tambahan yang diberikan  dalam bentuk protein peptida bakteriosin, protein enzim, protein hormonal diharapkan dapat meningkatkan efsiensi proses bio-reaksi sejak pra ternak, pra rumen berfungsi, rumen berfungsi, pasca rumen, di lambung, dan di intestinum  serta di sekum. Sehingga terjadi peningkatan produktifitas dengan menghasilkan produk berkualitas serta meminimalkan limbah atau polusi yang dihasilkan. Semua itu menuju indutri peternakan hijau (green livestock production) ... insyaAllah .. aamiin..

  • Indonesia
  • Pertama, November 2016
  • 206 halaman
  • 15.5 cm x 23 cm
N008
/
Peternakan
Untuk meninggalkan komentar tentang buku ini, mohon login terlebih dahulu